Dua Pembawa Acara Dibuat Terbahak saat Melihat Isi Kantong Celana dari Rocky Gerung







GELORA.CO - Pengamat politik Rocky Gerung membuat dua pembawa acara e-Talkshow tertawa terbahak-bahak dengan tingkahnya.

Dilansir oleh channel YouTube Talkshow Tv One, hal itu bermula saat Olive, pembawa acara dalam acara tersebut memberikan tantangan pada Rocky, Jumat (31/5/2019).

Olive meminta Rocky untuk menunjukkan tiga barang yang ia bawa dalam kantongan celananya saat itu juga.

"Bang Rocky tunjukkan tiga barang yang ada di kantor yang dibawa sekarang," kata Olive.

"Mau ditunjukin beneran? Gila nih pertanyaan dari mana ada beginian?," jawab Rocky sembari menggeledah kantong saku celananya.

Rocky lalu mengeluarkan kunci yang berada di saku kanannya.

"Satu kunci," kata Rocky.

"Kunci mobil," sahut Wahyu pembawa acara lainnya dalam acara tersebut.

"Ini bukan kunci mobil ini kunci gudang, surat suara masih di situ soalnya saya kunci," kelakar Rocky.

Lalu Rocky beranjak ke kantong sebelah kiri bawahnya.

"Waduh ini tebal-tebal," kata Wahyu.

Rocky lalu mengeluarkan pasport dari dalam kantongannya tersebut.

Sontak para pembawa acara lalu tertawa dengan barang bawaan Rocky yang ia tempatkan di saku celananya.

"Kabur-kabur," sahut Wahyu.

Rocky Gerung saat berada di acara e-Talkshow menunjukkan pasport miliknya, Jumat (31/5/2019) (Capture YouTube Talkshow TvOne)

Sementara yang barang yang ketiga yang ia bawa adalah jarinya sendiri.

"Satu lagi, tangan saya jari saya," kata Rocky.

Di saat bersamaan ia lalu mengeluarkan jari tangannya yang membentuk contreng yakni mengangkat jempol dan jari telunjuknya.

Kedua pembawa acara langsung tertawa dan memberikan tepuk tangan atas pernyataan Rocky tersebut.

"Ini simbol akal sehat," ujar Rocky.

Rocky Gerung saat berada di acara e-Talkshow membuat tertawa dua pembawa acara, Jumat (31/5/2019) (Capture YouTube Talkshow TvOne)

Lihat videonya 25.39:



Dalam acara yang sama, Rocky juga memberikan komentar soal Tim Kuasa Hukum pasangan calon (paslon) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Rocky menganggap hal yang diajukan oleh Prabowo-Sandi adalah soal kuantitatif atau angka hasil pilpres.

"Kemarin saya lihat Tim Prabowo bawa ke Mahkamah Konstitusi, akhirnya memilih itu terus yang ingin dipertengkarkan di situ sifat kuantitatif dari hasil pemilu itu," ujar Rocky Gerung.

"Saya anggap bahwa itu jalan untuk menghasilkan mutu pemilu dari sudut aspek teknisnya yang dipersoalkan adalah benar enggak jumlah suara begitu."

Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi juga harus bisa membuktikan bahwa MK bisa menghasilkan mutu pemilu tersebut.

"Tapi itu jenis kebenaran di Mahkamah Konstitusi yang masih harus didalilkan oleh si pemohon," kata Rocky.

"Di publik ada jenis kebenaran lain yaitu legitimasi, jadi legalitas ada di Mahkamah Konstitusi tapi legitimasi ada di hati rakyat. Dan rakyat menolak itu."

Menanggapi hal itu, pembawa acara menganggap rakyat yang disebutkan Rocky tidak lebih banyak dari rakyat yang telah menjatuhkan pilihannya pada pasangan calon Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

"Loh tapi rakyat sebelah mana dulu Rock. Rakyat kan katanya KPU yang mengumumkan kemarin itu jumlahnya sudah sebagian besar ke Jokowi," cecar pembawa acara.

"Justru itu, justru sebagian besar itu yang dipertanyakan rakyat yang lain, jadi ini sebetulnya pertarungan antar rakyat saja," jawab Rocky.

"Memang Mahkamah Konstitusi itu boleh memeriksa kasus, tapi sebetulnya lebih dari itu dalam pendapat saya Mahkamah Konstitusi itu mesti melihat dengan sudut pandang lain yaitu protes publik dan itu tidak mungkin hanya sekedar dibuktikan dengan selisih angka."

"Mesti dibuktikan selisih yang diperlihatkan oleh KPU bisa dinyatakan keliru bila ditemukan lebih dari itu oleh BPN, itu menghitung sebetulnya, dan hitungan itu kan rumit kita lupa bahwa salah satu tugas dari Mahkamah Konstitusi adalah menjamin pemilu yang jujur dan adil."

"Kata jujur dan adil itu kata yang kualititaif yang tidak ada dalam kalkulator pemilu, jujur dan adil itu adanya di hati orang itu."

Rocky meminta agar MK juga memeriksa kejujuran dan keadilan dari pemilu tersebut.

"Jadi dia yang merasakan iya benar bisa dibuktikan bisa dibatalkan jumlahnya tapi kok gue rasa ada yang enggak jujur dan adil, jadi sifat jujur dan adil itulah yang harus diperiksa Mahkamah Konstitusi itu," tambahnya.[tn]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: