Titiek Soeharto Kecam Tindakan Represif Oknum Aparat Saat Aksi 21-22 Mei







GELORA.CO - Peristiwa tragis yang menimpa sedikitnya delapan orang tewas saat kerusuhan 21-22 Mei lalu, menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban.

Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto menyebutkan, tidak hanya korban meninggal dan luka-luka berjatuhan saat kerusuhan. Bahkan, ada korban menghilang yang belum diketemukan. 

"Bumi pertiwi berduka, Inalillahi Wainna lilahi rojiun. Kita semua merasa berduka atas peristiwa tragis yang terjadi pada 21 dan 22 mei lalu. Dimana anak-anak dan pemuda-pemuda gugur secara mengenaskan, teraniaya. Kemudian, saudara-saudara kita terluka dan puluhan diantaranya dinyatakan menghilang," kata Titiek saat memberikan sambutan di hadapan ratusan peserta Doa Bersama untuk para korban kerusuhan aksi 21-22 Mei lalu di Majid At-tin TMII, Jakarta Timur, Kamis (30/5).

Ia menyesalkan tindakan brutal oknum aparat keamanan saat aksi di depan gedung pusat Bawaslu, Jakarta Pusat, pada 21-22 Mei lalu.

"Kami sangat mengecam dan mengutuk keras tindakan represif tersebut. Pada hari ini sudah tidak ada lagi penghormatan pada hak hukum warga negara dan dilecehkannya hak asasi manusia," kata Titiek.

Mantan istri Prabowo Subianto ini pun mendoakan para korban meninggal digolongkan sebagai mujahid.

"Semoga anak yang gugur digolongkan sebagai para mujahid dan kembali ke haribaan Allah sebagai sahid yang mendapat kemuliaan," demikian Titiek.

Turut hadir keluarga korban dari Farhan Syafero, M. Reyhan Fajari, dan Harun Al Rasyid. Selain itu juga Wakil Ketua DPR, Fadli Zon; Dewan Pertimbangan PAN Amien Rais; aktivis gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman; ibunda Saniaga, Mien Uno dan Ketua DPP FPI Sobri Lubis. [rmol]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: