Tiga Menteri Digoyang Kasus Korupsi, Isu Reshuffle Mencuat







GELORA.CO - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengatakan bahwa perombakan atau reshuffle kabinet bisa terjadi ataupun tidak dalam waktu dekat. Hal tersebut menyusul dugaan kasus korupsi yang menimpa tiga menteri.

Tiga menteri Kabinet Kerja itu adalah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.

Hal tersebut disampaikan Moeldoko saat menjawab pertanyaan soal kemungkinan perombakan kabinet setelah tiga menteri tersebut terseret kasus dugaan korupsi.

"Perombakan kabinet, ya presiden sudah mengatakan bisa iya, bisa tidak. Kami lihat kepentingannya," kata Moeldoko di kantornya, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Meskipun demikian, Moeldoko berharap tak terjadi perombakan kabinet karena masa kerja pemerintahan Jokowi periode pertama yang tinggal beberapa bulan lagi. Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan mengakhiri masa kerja pada Oktober 2019.

"Tetapi sekali lagi kalau sudah persoalan hukum, presiden selalu tidak mau intervensi tentang itu. Tergantung dari berprosesnya, apa yang terjadi sekarang ini," ujarnya.

Mantan Panglima TNI itu memastikan bahwa Jokowi tak akan ikut campur dalam persoalan hukum anak buahnya, seperti yang menimpa mantan Menteri Sosial Idrus Marham beberapa waktu lalu.

Menurut dia, hal tersebut juga berlaku terhadap jajaran menteri lainnya yang terseret kasus hukum.

"Sama juga dengan nanti akan diberlakukan terhadap menteri-menteri yang saat ini mungkin ada kaitannya dengan persoalan hukum. Tapi semuanya ini akan sedang berproses, belum tersangka dan sebagainya," tutur Moeldoko.

Moeldoko mengklaim pemerintahan tak tertanggu dengan kondisi tiga menteri Kabinet Kerja terseret kasus dugaan korupsi yang ditangani KPK. Ia menyatakan ketiga menteri itu juga masih menjalankan tugasnya dengan optimal.

"Saya pikir para menteri yang bersangkutan masih bekerja dengan optimum, belum berpengaruh dengan situasi itu," ujarnya.[tsc]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: