Tertembak di Leher hingga Berlubang, Ruli Masih Dirawat Intensif di ICU RS AL Mintohardjo







GELORA.CO - Ruli (37) akrab disapa Uwi, warga RT 03/05 korban yang terkena luka tembak tepat di lehernya hingga berlubang masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo (RS AL).

Uwi adalah salah satu dari tiga korban luka saat terjadi kerusuhan di kawasan Petamburan, Jakarta beberapa waktu lalu. Dua lainnya adalah Rizki (34) RT 11/05 korban yang mengalami luka pada rahangnya hingga patah dan Ijul (22) RT 08/05, paha kanannya terkena peluru. 

Selain mereka bertiga, kerusuhan juga menyebabkan korban meninggal yaitu Muhammad Reyhan Fajari (16), warga RT 10/05 siswa kelas 3 SMP 181 Karet Benhil.

Ketua RW 05 Herlani MS kepada media pada Jumat (25/5) malam, menuturkan kesaksiannya di tempat dan waktu kejadian.

Saat kerusuhan terjadi di Petamburan, Herlani mengira meninggal dunia adalah Ruli. Dugaannya bukan sembarangan. Pasalnya, Ruli mengalami luka tembak di lehernya hingga berlubang. 

Namun ternyata, yang meninggal dunia justru Reyhan yang terkena tembakan di bagian pelipis. 

"Yang saya tahu dua orang yang kena, si Ruli dengan si Reyhan. Si Ruli dibawa ke RS AL dan Si Reyhan juga dibawa. Nah kabar awalnya si Uwi (Ruli) yang meninggal, sampai sekarang masih dirawat di ICU yang kena lehernya bolong. Eh, pagi jam 07.00 WIB dengar kabar, si Reyhan (yang) meninggal," tutur Herlani.

Herlani kemudian mengenang kembali sesaat sebelum terjadinya serangan tersebut. Saat itu adalah hari Rabu tanggal 22 Mei. Sekitar pukul 01.30 WIB, semua warga RW 05 masih berada di rumahnya masing-masing. Termasuk para anak yang juga menjadi korban kerusuhan tersebut. 

Namun, kenang Herlani, tiba-tiba suasana berubah menjadi tidak kondusif dari arah Tanah Abang menuju ke arah Jalan Raya KS Tubun, Petamburan.

"Saya jaga patroli di RW, nonton tv. Nah, kejadian itu pecahan dari Bawaslu, katanya udah mecah ke Kb. Kacang 5 blok A (Tanah Abang). Nah tiba-tiba saya nonton di tv sudah rame di Petamburan 3. Nah kalo kita kan di Petamburan 4, ini Petamburan 5," kata Herlani.

Herlani menambahkan, kerusuhan bermula saat mobil di depan Asrama Brimob ada yang terbakar. Hal itu memancing rasa penasaran dan amarah warga yang kemudian ke luar ke jalan raya.

"Nah di Asrama Brimob itu ada yang provokasi, mulai-mulai ribut dan tiba-tiba ramai begitu, kumpul, ya ramelah mobil Brimob dibakar kan, polisi turun dong bergerombolan, bergabung lah sama anak-anak (warga)," kata Herlani.

"Nah anak-anak itu mau bangunin sahur sebenernya, anak mesjid semua itu anak-anak bener semua. Terus anak-anak saya adang, jangan jangan, nah itu di Petamburan 4 yang Daihatsu patokannya. Eh ada yang berteriak, enggak tahu saya enggak kenal," tambahnya. 

Herlani menduga, teriakan itu berasal dari massa aksi yang sedang melawan aparat kepolisian yan bentrok dari Tanah Abang. Sebab, terdengar teriakan gemuruh tak kondusif.

"Kita diserang Brimob pake gas aer mata," kata Herlani menirukan teriakan massa yang mulai ricuh.

Herlani memastikan, yang berteriak itu bukanlah warga Petamburan.

"Mungkin dia ngelawan kan diserang dong sama polisi, mungkin dia pakai bom molotov atau apalah, diserang sama polisi. Tiba-tiba berteriak ramai. Kan yang namanya warga kalau kita diserang enggak mau dong? Kita lawan lah namanya warga. Saya keluar tiba-tiba ada informasi hey ada yang kena (tembakan)," kata Herlani.

Selanjutnya, korban yang terkena tembakan itu ternyata warganya, bernama Reyhan dan tiga orang yang luka-luka serius hingga akhirnya dievakuasi ke Masjid Al Barokah dekat pemukiman warga.

"Kemudian, para korban itu langsung dilarikan ke RS Angkatan Laut (RS AL)," demikian Herlani. [rm]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: