Setelah Akuisisi Freeport, Rini Tawarkan PT Inalum ke China







GELORA.CO - Pasca PT Inalum mampu menguasai 51 saham PT Freeport Indonesia dengan membayar lebih dari 57 triliun dari pemberi dana yang tak disebutkan asalnya, kali ini Menteri Menteri Badan Usaha Milik Negara RI Rini Soemarno menawarkan PT Inalum (Persero) di China untuk mendapatkan mitra.

Dengan dalih guna meningkatkan nilai tambah produk tambang tanah air dengan melakukan hilirisasi, Rini bertemu  produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik yakni Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd.

“Sektor tambang Indonesia memiliki potensi yang besar. Dengan menggandeng mitra strategis ini, Holding Industri Pertambangan Inalum bisa memiliki akses ke teknologi yang dibutuhkan untuk hilirisasi sehingga industri pengolahan tambang domestik bisa berkembang dan memberikan lebih banyak nilai tambah, dan nilai ekspor produk tambang Indonesia bisa melesat,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno dalam siaran pers di Jakarta, dalam kunjungan kerjanya ke China pada Jumat (17/05/2019).

Menteri Rini mengatakan, mendorong BUMN-BUMN untuk meningkatkan hilirisasi produk di dalam negeri.  “Kita harus bisa masuk ke Industri hilir. Ini bisa diwujudkan jika kita terus bersinergi dan berkomitmen bersama membangun Indonesia. Jika ada hilirisasi maka penciptaan lapangan pekerjaan pun semakin meningkat,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi G. Sadikin mengatakan, sesuai dengan mandat Holding Industri Pertambangan untuk menjalankan hilirisasi, Inalum terus secara agresif mencari mitra strategis yang bisa memberikan akses di bidang teknologi dan memiliki pengalaman yang mumpuni.

“Huayou merupakan salah satu mitra strategis yang ingin kami ajak kerja sama karena telah berpengalaman di industri hilirisasi tambang dan juga pernah bekerja sama dengan berbagai perusahaan kelas dunia,” katanya. [ber]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: