Ridwan Kamil Sidak Pasar, Polda Sebut Harga Bawang Putih Naik karena Ulah Importir







GELORA.CO - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku mendapat laporan dari emak-emak bahwa harga bawang putih naik dari Rp30 ribu menjadi Rp80 ribu per kg.

“Mendapat laporan dari emak-emak bahwa bawang putih langka di pasaran dan harga naik dari 30 ribu ke 80 ribu per kilo,” kata Ridwan Kamil, di akun Instagram miliknya, Minggu (5/5).

Karena itu, Ridwan Kamil melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional untuk memantau langsung harga-harga bahan pokok di pasaran, terutama bawang putih.

Selain itu, mantan Walikota Bandung itu menyatakan Pemprov Jawa Barat akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk segera melakukan operasi pasar demi menstabilkan harga.

“Tadi sehabis subuh berjamaah, inspeksi operasi pasar di Pasar Kiaracondong. Harga Jengkol masih aman terkendali,” jelasnya.

“Mudah-mudahan suplai dan harga kembali normal sampai Lebaran yang tinggal sebentar lagi atau tinggal 30 hari lagi,” tambah Ridwan Kamil.

Sementara itu, hasil pantauan Satgas Pangan Polda Jabar diktehaui jika harga bawang putih sempat naik hingga Rp100 ribu per kilogram. Namun sudah turun menjadi Rp90 ribu per kilogram.

“Udah turun ke kisaran Rp 90 ribu, bahkan Bawang merah turun juga,” jelas Kasatgas Pangan Polda Jabar Kombes Pol Samudi, ditemui di Mapolrestabes Bandung, Senin (6/5).

Menurutnya, kunci bawang putih ada di importir di Jakarta. Banduang hanya sebagai distributor.

“Kuncinya di importir di Jakarta, dan saya sudah kordinasi dengan Mabes Polri perihal ini,” katanya.

“Untuk sidak pasar, tim terus melakukan dan berkordinasi dengan distributor, memantau harga barang kebutuhan pokok,” paparnya.

Diakui Samudi, kenaikan bawang putih terjadi di semua daerah, tak hanya Jabar.

“Kuncinya di pengimpor, apa sudah bisa maksimal apa belum,” pungkas Samudi.[psid]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: