Pengamat: Seharusnya TNI Lebih Peka Dengan Situasi Politik Domestik







GELORA.CO - TNI seharusnya peka dengan beragam spekulasi negatif yang berpotensi muncul selama Pilpres 2019 masih berproses. Termasuk, bisa mengantisipasi keresahan masyarakat terhadap kehadiran kapal-kapal asing yang bersandar di pelabuhan Indonesia. 

Pengamat militer dari Institute for Security and Startegic Studies (ISESS), Khairul Fahmi mengatakan bahwa kapal-kapal asing yang bersandar di pelabuhan Indonesia memang sudah memiliki program atau kerja sama sebelumnya.

Namun, dia menyayangkan program itu tetap dijalankan TNI di tengah situasi politik yang memanas. Apalagi ada rencana gerakan aksi damai menolak putusan KPU pada 22 Mei mendatang.

"Yang masalah ini cuma TNI ini kayanya ko kurang peka situasi politik sedang begini, tapi program yang katakanlah bisa mengundang beragam spekulasi dan kegaduhan ini tetap dijalankan," ucap Khairul Fahmi kepada redaksi, Minggu (19/5).

Khairul mengingatkan bahwa setiap kali pemilu digelar, selalu ada isu-isu yang mengaitkan TNI dengan pihak asing. Untuk itu, dia berharap TNI bisa meredam situasi politik yang sedang memanas dengan cara menunda program yang dijalankan hingga situasi politik di Indonesia meredam.

"Cuma karena kita sedang punya isu domestik, mereka datang, nah datangnya ini yang agak menarik. TNI tentunya tahu situasi politik domestik kita sedang seperti sekarang, jadi dia bisa menawarkan mungkin ditunda sementara,” tegasnya.

Namun, dengan adanya program tersebut jangan heran jika kemudian muncul spekulasi-spekulasi negatif di tengah-tengah masyarakat.

"Spekulasi lain ya bahwa ini kemudian kedatangan mereka dipakai juga dengan isu supaya dramatis, supaya mencekam, sehingga tentu diharapkan ada efek pada situasi politik domestik kita," jelasnya.

Sepanjang Mei 2019, kapal laut asing telah mengunjungi Indonesia di antaranya Kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Blue Ridge, bersandar di Tanjung Priok, Jakarta Utara, 1 hingga 5 Mei. 

Kedatangan kapal perang tersebut merupakan salah satu bagian dari rangkaian peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Kedua, Kapal Perang Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) merapat ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Rabu (8/5), yang disebutnya sebagai upaya untuk semakin mempererat kemitraan dengan Angkatan Laut RI.

Dan yang terakhir pada Sabtu (18/5), Dua kapal Angkatan Laut Australia, HMAS Canberra dan HMAS Newcastle juga berkunjung ke Jakarta, tepatnya di JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dua kapal itu merupakan bagian dari misi Indo-Pacific Endeavour 2019 untuk memperdalam kerja sama Australia dengan pasukan keamanan kawasan. [rmol]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: