Netanyahu Gagal Bentuk Koalisi, Israel Segera Gelar Pemilihan Baru







GELORA.CO - Anggota parlemen Israel memilih untuk membubarkan parlemen setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu gagal membentuk pemerintah koalisi pada Rabu (29/5).

Pemungutan suara di parlemen memicu pemilihan baru, yang akan digelar pada 17 September mendatang.

Netanyahu tidak dapat mencapai kesepakatan untuk koalisi sayap kanan baru setelah pemilihan bulan lalu.

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Israel di mana seorang perdana menteri yang ditunjuk gagal membentuk koalisi.

Parlemen memilih 74 banding 45 untuk membubarkan diri setelah Netanyahu melewatkan batas waktu tengah malam waktu setempat pada hari Rabu (29/5).

Netanyahu sendiri diketahui memasuki negosiasi untuk membentuk pemerintahan koalisi setelah Partai Likudnya memenangkan 35 dari 120 kursi Knesset dalam pemilihan April lalu. Hasil itu mengantarkannya untuk masa jabatan kelima di kursi perdana menteri Israel.

Namun dia bentrok dengan mantan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman dari partai nasionalis Yisrael Beitenu. Dia menjadikan syarat untuk bersekutu dengan partai-partai Yahudi ultra-Ortodoks bahwa mereka harus mengubah rancangan wajib militer mereka.

Netanyahu kemudian mendorong pemilihan baru untuk mencegah Presiden Israel Reuven Rivlin memilih anggota parlemen lain untuk mencoba membentuk pemerintahan.

"Kami akan menjalankan kampanye pemilihan yang tajam dan jelas yang akan membawa kami kemenangan. Kami akan menang, kami akan menang dan publik akan menang," kata Netanyahu seperti dimuat BBC.  [rmol]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: