Manifes ke Dubai Tersebar, BPN: Kok Terindikasi Prabowo Diintelin







GELORA.CO -  Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bertanya-tanya soal beredarnya manifes penerbangan Prabowo ke Dubai, Uni Emirat Arab. BPN Prabowo-Sandi meminta ada investigasi soal penyebar manifes tersebut.

"Jadi pertanyaan kami, apa kepentingan manifes Pak Prabowo disebar. Sampai semua wartawan bertanya kepada kami. Lalu sampai Kabag Imigrasi membuat keterangan khusus. Saya minta ini diinvestigasi siapa yang menyebar manifes. Apakah pihak bandara atau pihak Imigrasi yang menyebarkan," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, kepada wartawan, Rabu (29/5/2019).

Dia mengatakan peristiwa serupa pernah terjadi saat Prabowo terbang ke Brunei Darussalam. Andre mengatakan hal ini seolah-olah membuat kegiatan Prabowo selalu dipantau.

"Kenapa terkesan ingin mengekspos Pak Prabowo. Sampai manifes yang tidak perlu diekspos malah diekspos. Terindikasi Pak Prabowo diintelin, semua kegiatan dipantau," kata dia.

Menurutnya, manifes adalah dokumen yang bersifat rahasia dan terbatas karena memuat data diri penumpang, sehingga tak semestinya manifes dapat tersebar.

"Ke Brunei kemarin juga beredar manifesnya. Ini ke Dubai juga beredar. Siapa yang punya wewenang menyebarkan manifes? Ada apa ini? Memang nggak boleh orang bebas ke mana-mana?" ucapnya.

Seperti diketahui, Prabowo pagi ini bertolak ke Dubai bersama rombongan. Prabowo bertolak ke Dubai menggunakan jet pribadi. Eks Danjen Kopassus itu lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 08.14 WIB. 

Ada sejumlah nama yang ikut dalam penerbangan itu. Yakni, asisten pribadi Prabowo Tedy Arman, Yuriko Fransiska Karundeng, Gibrael Habel Karapang, Mikhail Davydov dan Amzhelika Butaeva yang merupakan warga negara Rusia, Justin warga negara Amerika Serikat, serta Mischa Gemermann yang merupakan warga negara Jerman. [dtk]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: