KPK Beberkan Upaya Romy Melarikan Diri Saat Akan Ditangkap







GELORA.CO - KPK menjawab poin-poin dalam gugatan praperadilan eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy. Bahkan, KPK membeberkan bagaimana kronologi penangkapan Romy serta bagaimana upaya dirinya kabur pada saat akan diciduk.

Dalam jawaban yang dibacakan Biro Hukum KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/5), terungkap bagaimana rangkaian operasi tangkap tangan KPK terhadap Romy.

Awalnya, KPK sudah mendapat informasi mengenai adanya tindak pidana korupsi dugaan suap terkait seleksi jabatan pada Kementerian Agama. Berdasarkan hal tersebut, KPK menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sprin.Lidik-17/01/02/2019 tanggal 6 Februari 2019.

"Dalam tahap penyelidikan, Termohon (KPK) mendapatkan fakta-fakta yang berasal dari data-data, laporan, dan informasi terkait proses seleksi jabatan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur," kata anggota Biro Hukum KPK.

Berikut kronologi penangkapan Romy yang terjadi pada tanggal 15 Maret 2019 versi KPK:

Pukul 06.00 WIB

Caleg DPRD Gresik dari PPP Abdul Wahab serta Kepala Kantor Kemenang Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi tiba di hotel Bumi Surabaya City Resort untuk bertemu Romy. Muafaq membawa goodie bag warna hitam bertuliskan Mandiri Syariah Priority. Di lokasi, hadir pula Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

Petugas KPK turut berada di lokasi memantau gerak-gerik mereka.

Pukul 07.15 WIB

Romy dan dua ajudannya menuju lounge hotel untuk berbincang dengan Abdul Wahab, Muafaq, dan Haris. Tak lama, Haris meninggalkan lokasi membawa map hijau dari Muafaq.

Pukul 07.30 WIB

Pertemuan Romy, Abdul Wahab, dan Muafaq selesai. Namun sebelum bubar, Muafaq menyerahkan goodie bag yang dia bawa kepada ajudan Romy yang bernama Amin Nuryadi.

Muafaq sebelumnya sudah memberitahu Romy bahwa ada sesuatu yang akan diberikan sambil memperlihatkan goodie bag yang dibawa. Romy lantas mengarahkan Muafaq agar goodie bag diserahkan kepada Amin Nuryadi.

Pukul 07.32 WIB

Ada komunikasi antara Muafaq dan Haris. Muafaq mengucapkan terima kasih sudah dibantu Romy. Dalam komunikasi itu, Muafaq juga menyebut komitmennya sudah diberikan kepada Romy.

"Selain itu, Pemohon (Romahurmuziy) berpesan untuk mengawal Abdul Wahab serta menyampaikan pemberian logistik dari Muhammad Muafaq Wirahadi telah dilaporkan setiap hari oleh Abdul Wahab kepada Pemohon (Romahurmuziy)," kata anggota Biro Hukum KPK.

Pukul 07.35 WIB

Petugas KPK menangkap Muafaq, Abdul Wahab, dan seorang sopir di sekitar area lobi Hotel Bumi Surabaya City Resort. Sementara di area Restoran Arumanis Hotel Bumi Surabaya City Resort, petugas KPK menangkap Amin Nuryadi bersama satu goodie bag hitam bertuliskan Mandiri Syariah Priority yang berisikan uang Rp 50 juta.

Namun pada saat petugas KPK akan menangkap Romy, dia melarikan diri. Sempat terjadi kejar mengejar antara petugas KPK dan Romy.

"Kemudian ketika Termohon (KPK) akan mengamankan Muchammad Romahurmuziy alias Romy di area restoran tersebut, Muchammad Romahurmuziy alias Romy melarikan diri melalui pintu belakang restoran menuju ke arah jalan raya," kata anggota Biro Hukum KPK.

"Termohon (KPK) segera mengejar Muchammad Romahurmuziy alias Romy dan berhasil mengamankan Muchammad Romahurmuziy alias Romy di jalan raya depan Hotel Bumi Surabaya City Resort Surabaya," sambungnya.

Pukul 08.40 WIB

Haris Hasanudin turun dari lift hotel dan langsung ditangkap KPK. Para pihak yang ditangkap itu langsung dibawa ke Polda Jatim untuk pemeriksaan awal. Mereka kemudian langsung dibawa ke kantor KPK, Jakarta. [km]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: