Gurubesar Universitas Pelita Harapan: Pemindahan Ibukota Terlalu Dini







GELORA.CO - Rencana pemindahan ibukota negara ke luar pulau Jawa dinilai terlalu dini. Sebab, mitigasi kebencanaan menjadi salah satu skala prioritas Bappenas dan lembaga terkait.

Demikian disampaikan Gurubesar Universitas Pelita Harapan, Manlian Ronald A. Simanjuntak saat diskusi publik bertajuk "Peta Bencana Resiko dan Pencegahannya" di kawasan Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (3/5).

"Urusan pemindahan ibukota terlalu dini kita ngomong. Karena ada beberapa hal yang sangat komperhensif. KSP ada enggak peta dasar? Jangan-jangan enggak punya. Lah ini saya pikir ini hal serius," kata Manlian.

Menurut dia, rencana pemindahan ibukota harus dipersiapkan secara matang. Karenanya, peta dasar potensi bencana harus dimiliki oleh lembaga terkait.

"Peta dasar bencana itu harus masuk dalam rencana pemindahan ibukota. Kita belum punya peta dasar bencana secara lengkap. Karenanya, jangan-jangan isu pemindahan ibukota ini gara-gara Jakarta bencana," ungkapnya.

"Peta dasar ini menjadi hal yang paling krusial," imbuh Manlian menambahkan.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG, Agus Budianto mengatakan, Indonesia sebagai negara yang masuk dalam ring fire perlu memiliki peta tematik kebencananaan sebagai dasar pijakan mengahadapi bencana kedepan.

"Peta tematik geospasial itu menjadi suatu dasar penting dalam mitigasi kebencanaan. Bappenas harus perhatikan hal ini," demikian Agus.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, Kepala Pusat Penelitian Promosi dan Kerjasama BIG, Wiwin Amarwulan, Kepala Bidang Pemetaan Rupabumi Skala Kecil Menengah PPRT BIG, Moh Fifik Syafiudin, serta Manlian dan Agus sendiri. [rmol]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: