Din Syamsuddin: Presiden Harus Bersuara







GELORA.CO - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomentar tentang kematian ratusan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pemilu.

“Saya belum membaca dan mendengar secuil ungkapan keprihatianan. Menurut saya, Presiden Jokowi dan jajarannya harus bersuara, jangan hanya diam, karena diam itu membuka peluang kecurigaan,” ujar Din di Solo,Jawa Tengah. Jumat (17/05/2019).

Din juga mendesak pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) terkait hal itu.

“Kakau  mau sekarang bentuk tim TGPF. Sebab,  kalau ni di diamkan saja, maka akan terus  berkembang dan jadi saling curiga, hal itu  nggak bagus untuk bangsa, ” kata Din.

Jika TGPF dibentuk,lanjut Din, maka pelru segera dilakukan otopsi guna mencari penyebab kematian.

"Bagusnya diotopsi. Kalau nggak bisa semua, ya beberapa lah. Supaya bisa tahu apa yang terjadi, betulkah karena kelelahan,” jelas Din.[tsc]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: