Ada Provokator, Aksi di Depan Gedung Bawaslu Nyaris Chaos







GELORA.CO - Massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) hampir terlibat kericuhan dengan pasukan Brimob yang berjaga di depan gedung Bawaslu.

Namun, berkat tekad massa aksi yang ingin aksinya berlangusung damai dan tertib, mereka akhirnya bisa menahan diri dan menertibkan barisan dari provokator.

Ketegangan aparat dan massa berawal usai massa melaksanakan salat tarawih bersama di jalan Bawaslu. Formasi aparat Brimob yang dinilai oleh para peserta aksi semakin maju membuat situasi makin panas.

Cek cok, mulut tak terhindar. Sementara dari atas mobil komando, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan terus memberikan imbauan.

“Bapak-ibu sekalian, dan para ustad yang kami horamti, kami tidak akan maju, tolong jangan diprovokasi,” himbau Harry.

“Tolong Brimob jangan maju Pak, kami mau membubarkan diri,” teriak massa dari mobil komando yang berada di sebrangnya.

Massa yang berusaha menghalau sesama rekannya itu tampak kesulitan mengenali mana provokator mana massa aksi yang betul-betul ikut menyuarakan kecurangan Pemilihan Presiden 2019.

Sekitar 20 menit, akhirnya aparat Kepolisian berhasil meredakan situasi dan massa aksi membubarkan diri dengan tertib. [rm]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: